LHOKSUKON, ACEH UTARA — Sebanyak 40 murid SD Negeri 3 Lhoksukon turut ambil bagian dalam pawai karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu, 16 Agustus 2026.
Keikutsertaan para siswa menjadi salah satu bentuk semangat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya dan profesi kepada masyarakat. Dalam pawai tersebut, para murid tampil dengan formasi yang beragam dan penuh warna.
Barisan diawali dengan dua orang siswi yang mengenakan busana Putri Garuda bernuansa merah putih sebagai simbol semangat nasionalisme. Selanjutnya, terdapat 10 pasang siswa dan siswi yang mengenakan busana adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Sementara itu, peserta lainnya tampil mengenakan pakaian yang menggambarkan berbagai profesi dari beragam bidang pekerjaan.
Meski kegiatan karnaval tersebut tidak dilombakan, antusiasme para murid untuk ikut serta terbilang sangat tinggi. Dukungan dari orangtua dan wali murid juga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keikutsertaan SD Negeri 3 Lhoksukon dalam kegiatan tersebut.
Kepala SD Negeri 3 Lhoksukon, Fahrurrizal, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Pak J, mengaku bangga sekaligus terharu melihat semangat dan antusiasme anak didiknya. Terlebih, para siswa mampu mengikuti pawai dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer.
“Saya merasa sangat bangga dan terharu melihat semangat anak-anak. Mereka mampu mengikuti pawai dengan penuh antusias dan semangat, meskipun harus berjalan kurang lebih 10 kilometer. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki semangat yang luar biasa dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI,” ujar Pak J.
Menurutnya, keberhasilan keikutsertaan SD Negeri 3 Lhoksukon tidak terlepas dari kerja keras para guru dan tenaga kependidikan. Persiapan dilakukan dengan penuh kesungguhan, mulai dari menyiapkan konsep barisan, busana, hingga mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung.
Pak J juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan staf SD Negeri 3 Lhoksukon yang telah bekerja tanpa lelah demi mempersiapkan keikutsertaan sekolah dalam pawai tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru serta seluruh staf SD Negeri 3 Lhoksukon. Mereka telah bekerja tanpa lelah dan memberikan waktu serta tenaga untuk mempersiapkan anak-anak. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan Komite Sekolah serta seluruh orangtua dan wali murid juga memiliki peran yang sangat besar. Tingginya dukungan tersebut menunjukkan adanya sinergi yang baik antara sekolah, komite, guru, dan keluarga dalam mendukung kegiatan positif bagi peserta didik.
Keikutsertaan dalam pawai karnaval budaya ini juga menjadi momen istimewa bagi SD Negeri 3 Lhoksukon karena merupakan keikutsertaan pertama sekolah tersebut sejak Fahrurrizal, S.Pd., M.Pd. atau Pak J dimutasi ke SD Negeri 3 Lhoksukon pada November tahun lalu.
Bagi pihak sekolah, kegiatan tersebut bukan sekadar mengikuti pawai, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa. Melalui kegiatan kebersamaan, keberagaman budaya, dan semangat memperingati kemerdekaan, para siswa diajak untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, percaya diri, disiplin, serta mampu bekerja sama.
Semangat 40 murid SD Negeri 3 Lhoksukon dalam menempuh perjalanan panjang dengan balutan busana adat dan profesi akhirnya menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana generasi muda ikut mengisi kemerdekaan: dengan keceriaan, kebersamaan, dan semangat untuk terus melangkah menuju masa depan.